Aku berjalan ke tempat duduk sambil melamun.Ketika aku sudah duduk di sebelah Jenny, aku dikagetkan oleh cubitan Jenny.“Eliza.. Sedangkan keadaanku sendiri kelihatannya tak jauh beda, karena mukaku rasanya panas, jantungku juga berdegup kencang.“El, siapa ya yang lagi asyik nih siang siang gini?”, tanya Jenny dengan bingung.Aku mengangkat bahu, dan Jenny dengan hati hati mengintip melalui pintu. Bokep Melihat aku orgasme, bukannya berhenti, pemerkosaku ini makin bersemangat mengaduk liang vaginaku. Perlu apa juga aku menyebarkan kepada teman teman tentang aib yang dilakukan Vera? Aku sudah tak bisa merintih lagi, hanya membiarkan tubuhku bergerak diluar kontrolku. Tapi kini aku sudah terangsang hebat, sodokan demi sodokan yang sejak tadi kuterima membuat vaginaku terasa begitu ngilu. Aku langsung ambruk ke depan dan tertahan oleh Jenny.“Eliza…”, Jenny mendesah, dan ia membelai rambutku dengan mesra.Nafasku masih tersengal sengal dengan




















