Tersenyum Erik mengecup kepalaku sambil mengelusnya. Bokep “Ayo bangun, cepat mandi, pakai pakaian terbaik kalian, setelah itu kalian harus berkumpul di aula. Erik melakukan gerakan menghentak itu secara teratur, dan tiba-tiba aku merasakan getaran yang sangat hebat dalam diriku, aku merasakan ‘liang’ku
menyempit karena otot-otot di tubuhku menjadi tegang. Aku nggak marah kok. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Akhir-akhir ini, kami memang jadi sering membicarakan soal cowok. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. “Hhhmm.. Dan aku pun bertanya, “Bunda, tamu istimewanya siapa sih? Erik bergeser ke sampingku. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Mukaku terasa panas. Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Saat itu, aku benar-benar sendirian.




















