“Hahahaha….,” balasku dengan candaan, “err, tapi… apa gunanya bilang ke aku?” Senyuman Rini terhenti sejenak. Bokep Lalu aku memperkosanya sekali lagi, tidak peduli apa hari besok mau Indonesian Idol kek, mau wisuda kek, yang penting aku bisa menyetubuhi Rini sesukaku sekarang ini dan selamanya….,,,,,,,,,,,,, Rini pun tertawa, aku balas, kami berdua tertawa terbahak-bahak. Kami mengobrol cukup lama, Rini duduk di sampingku namun tubuhnya merebah di dadaku.“Kamu gak papa?” tanyaku lagi, memang rada konyol untuk menanyakan hal ini berulang-ulang. “Menurutmu?” balas Rini, muka Rini merah dan rambutnya memerah, rasanya terkena sinar matahari cukup lama. Aku sampai stress dan kurang semangat.




















