Bagaimana ia dan pacarnya menghabiskan waktu di rumah itu berdua. Bokep Segera saja ku sambangi warkop tersebut. Ntar dikira macem-macem…” Ujarku, menolak halus tawaran Sinta.“Tenang aja, Mas. :beer:,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Harus mengurus KTP, ATM, belum lagi SIM dan STNK, selain memakan biaya, juga memakan tenaga dan waktu, bukan hanya perkara uang yang ada di dalam dompetnya saja.Tidak sampai 15 menit, aku sudah tiba di jalan yang tertera di KTP. Masuk angin deh nih…” Gerutuku dalam hati.Tujuanku masih cukup jauh, tapi si kuda besi yang ku tunggangi sudah haus meminta jatah minumnya. Diremasnya buah zakarku dengan gemas. Aku pun hanya ikut tertawa kecil.Obrolan semakin larut, aku pun tahu bahwa Sinta ini masih kuliah, kampus yang sama denganku dulu. Di sudut ruangan terdapat guci berukuran besar, dan hiasan lain yang menambah suasana mewah rumah tersebut.“Ini mas minum

