Tanganku berada di sisi kanan dan kiri si Indun. Bokep Wajahnya masih kelihatan malu-malu ketemu aku. Kutarik kuat-kuat, akhirnya dia terangkat.Tapi baru setengah jalan, mungkin karena dia masih gemetar dan aku juga kurang kuat, tiba-tiba justru aku yang jatuh menimpanya. Dan jelas sesuai dengan waktu kejadian, ini adalah anak Indun, si anak SMP yang belum cukup umur. Pada akhirnya dia mengelus pundakku. Indun tidak berani lihat suamiku. Wajahnya masih kelihatan malu-malu ketemu aku. Aku benar-benar kaget dan tak percaya. Aku dan suamiku mengehela nafas. Aku tidak tahu apakah dia ingin agar anak itu gugur atau karena dia merasa sangat bernafsu padaku. Yang mengherankan suamiku diam saja, entah karena dia kaget atau apa. Gemetar juga aku mendengar suamiku yang biasanya halus dan mesra padaku. Dan kalau pun Dik Idah hamil khan gak papa, si




















