Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara halus.“Pak, sandarannya ditegakkan dan sabuknya dipasang. Setelah pesawat berhenti baru aku sadar sepenuhnya. Bokep Wanita tadi sekilas memperhatikan covernya.“Mas, boleh pinjam majalahnya?” ia bertanya sambil mendekat mengambil Matra tadi.Sayang, rupanya tempat duduknya kemudian diambil orang yang berdiri dan mengobrol dengan teman yang duduk di sebelah wanita tadi. Eh.. Aku masuk, kini barangnya gantian berantakan di atas kursi.“Maaf Mas, berantakan. Dan meletakkannya di antara kami.“Diminum Mas”.Aku mengambil satu kaleng tapi tidak kubuka, hanya kupegang-pegang saja. Ia hanya menunduk dan kamipun terus berjalan.Setelah makan gudeg, kami kembali ke hotel dan duduk di lobby. Aku baru sadar setelahnya. Akh.. “Di Jakarta tinggal di mana?” tanyaku lagi. Iapun mengangguk malu dan menundukkan mukanya.Aku sedikit terkejut ketika sadar bahwa ia tidak mengenakan bra di bawah kausnya.




















