Ngapain sih kok mau jauh-jauh ke Malaysia, kan jauh.. Bokep Masak sih kurang lagi..” balas Pipit.. Bu Murni namanya. Aku antar dia mengambil surat-surat TKW-nya. Aku dan Pipit saling menatap, tak habis pikir kenapa ada kesempatan yang tak terduga datang beruntun untuk kami, tak ada rencana, tak ada niat tahu-tahu kami hanya berdua saja disebuah rumah yang kosong ditinggal pemiliknya. Kadang dirumahnya, saat Bu Murni kepasar, ataupun di kamarku karena memang bebas 24 jam tanpa pantauan dari sepupuku sekalipun. Mas.. Aku tinggal dirumah sepupu, karena sementara masih menganggur aku iseng-iseng membantu sepupu bisnis kecil-kecilan di pasar. Ternyata tak terlalu susah karena memang Pipit tidak perawan lagi.




















