“kamu mampir dulu, Bud, ntar Mbak buatkan kopi penghangat tubuh, sambil nunggu hujan reda” kata dewi
“makasih mbak, baiklah!” kataku sambil berpikir betapa beruntungnya aku. Bokep kugendong tubuh dewi ke ranjang dan kuletakkan di sudutnya. “iya, kamu habisin juga gak apa-apa, toh anakku sudah bobo sekarang!!?” aku semakin bersemangat. Ina hanya tersenyum sambil berbisik kearahku. burungku yang dari tadi sudah tegak dapat dilihat langsung oleh Ina. “tuh dikamarku saja” jawab dewi sambil menunjuk pintu kamar. tubuhnya yang aduhai cukup terlihat dengan seksi, wah aku yang beruntung nih dibandingkan teman-temanku tadi.Dibawah hujan rintik, perempuan ini ada dibelakangku, aku sempat berpikir bila dia bukan penumpangku, wah pasti udah kugoda nih, tiba-tiba dia merapatkan dadanya dipunggungku. aku bergegas masuk kamar, kemudian melucuti semua baju basahku dan memakai piyama itu. beberapa manit kemudian muncul seorang perempuan lagi sambil




















