Dhea tetap diam tidak bergerak, terengah-engah. Bokep Kedengarannya bengis dan kejam. Setiap langkahku seperti membuat seluruh rumah berderit dan aku siap meloncat melarikan diri. Dhea langsung menurut dan segera kuikat tubuhnya, menutup mulutnya dengan plester, dan mengikat pergelangan tangannya di belakang. Dengan pantat masih nungging ke atas aku tekan punggung Dhea dengan tanganku sehingga kepala dan dada Dhea makin terhimpit ke lantai, dan aku terus memperkosa dia dengan gaya seperti anjing. “Lo benar-benar sempurna. Jangan bergerak, jangan bersuara, atau lo mati.” aku dengar nada suaraku yang lain sekali dari biasa. “Buka lagi manis. Aku seperti bisa mendengar jantungku yang berdetak keras sekali.Aku belum pernah setakut ini seumur hidupku. Masih apa tidak.”
Dhea terus menangis. Aku buka pintu dan masuk sambil menutupnya kembali. Sementara dia jatuh berlutut, tapi Dhea sama sekali tidak bisa mengangkat wajahnya




















