Bukan Susan yang merusak konsentrasinya setiap kali Ia mulai bekerja. Bokep Pintunya membuka, kerumunan orang berdesakan keluar. Ia masih memandang Tessa lekat-lekat. Susan hanyalah sebuah nama tak berarti baginya.”Bilang sorry sama Susan. Jangan kaget,” tambah Susan ketika dirasakannya tubuh Nick menegang.”Walaupun setengah mabuk tapi gue masih bisa ngeliat gimana elo orang berdua liat-liatan,” kata Susan. Segera saja lantai disko yang tadinya tidak begitu ramai mendadak dipenuhi pria dan wanita yang bergoyang dengan panasnya. Jim, sang Purchasing Manajer dari X-Com, toko komputer tempat Nick mencari tambahan uang saku, berkacak pinggang di hadapannya. Nick mulai mengikuti gerakan Susan, tubuh mereka bersentuhan berkali-kali di tengah gerakan- gerakan mereka yang semakin liar.




















