Kuremas-remas payudaraku, dan kadang-kadang kutarik-tarik putingku. Bokep Tolong pijetin payudaraku, ya?” kataku. “Mas, tolong ambilkan terong di dapur dong”, pintaku.Dia menuju ke dapur, dan kemudian segera kembali dengan terong yang lumayan besar. Kuajak anjingku masuk ke dalam kamar mandi. “Udah Mas, terima kasih ya?” kataku sambil beranjak bangun dari sofa. Setelah sampai ke ruang tadi, aku bilang, “Mas, aku mau tanya, payudaraku besar tidak sih?”
“Wah, kalo itu sih bukan payudara lagi, tapi udah tuueeteek..”
“Iya? aahh..” payudaraku yang sejak tadi bergelantungan, terus menerus diremas oleh penjual minuman itu, kedua putingnya ditarik-tarik seperti sedang memerah susu, hanya bedanya dia sedang memerah susu Mei, bukan susu sapi (iya kan?).




















