Vannesapun kembali larut dengan rutinitasnya..Saat itu Vannesa baru pulang dari kantor sekitar jam 5 sore. Bokep Sejauh itu, keakraban Vannesa dan Jay, mereka masih dalam batas – batas yang di tentukan norma masyarakat Minang. Vannesa memiringkan tubuh karena nikmat dan geli yang dirasakan bersamaan. Jay hanya tersenyum simpul dan tidak sedikitpun merasa iri atau cemburu mendengar penuturan wanita muda berkulit putih itu. Mereka berangkat sekitar jam 7 malam itu. Dia pun langsung ke rumah dan mandi. Vannesa tidak begitu kenal dekat, Vannesa hanya menganggukkan kepala saja saat bertemu dengannya. Dan bekerja seperti biasanya.Hari itu hari Selasa. Ia tampak sedih, menurutnya sang istri minta cerai dengan membawa serta 2 orang anaknya .Istrinya meminta cerai karena ada hasutan dari keluarganya bahwa seorang sopir suka menelantarkan keluarga.




















