Cuma gara-gara naik bis itu, Tante Vi, sekretaris Mama khusus buat di rumah –dan gara-gara kekhususannya itu kami suka ejek dia butler alias “kepala pelayan” hehehe- jadi sedikit sewot. Dan di stand itulah saat itu aku tersadar sudah terpisah sendirian dari temen-temenku.. Bokep Aku mengerti. Aku perhatikan kamarnya sangat rapi, mirip seperti kamarnya Ci Sian. Tadinya niat Ciecie sama kamu tuh cuma telanjang aja..”“Tapi Ciecie memang butuh uangnya..”Lalu ia menghela napas panjang lagi, “Tapi kamu ini masih anak kecil. Ya tentu saja kami masih sering melakukannya. Waah, pasti di antara kakinya itu ada..“Kamu boleh liat badan Ciecie semuanya, Say..” katanya memutus lamunanku, “Ciecie sayang sama kamu, abis kamu imut sih..”“Ciecie emang butuhnya berapa duit?” aku memberanikan diri bertanya.Dia tersenyum dan jarinya menunjuk angka 1..“I Pay..”Cuma segitu? pasti heboh waktu itu kalo dia tahu.Eh,




















