Anaknya baik dan ringan tangan. Aku juga mau,” kataku manja.Kemudian aku menggeser Eki agar menindih di atas tubuhku. Bokep Dan… ohhhh!Sleppp… terasa sesuatu masuk tepat di tempikku.Waah…!! Takutnya kalau ada angin besar dan lampu mati. Kalau belum, aku pengen telp.”Aku segera balas:“Baru terbangun, telp aja, kangen.”Segera setelah kubalas sms, Mas Prasetyo menelponku. Pengalaman baru yang membuatku ketagihan.Beberapa saat kemudian, Eki mengerang-erang keras. Aku khan udah tua, dan lagian sekarang badanku kayak gini..” jawabku.Eki mengangkat wajahnya pelan dan menatapku malu-malu.“Gak kok, Ibu tetep cantik banget…” jawabnya lirih. Aku mengerang.Kami berdiam beberapa menit, membiarkan lobangku terbiasa dengan batang kontol itu. Sana kamu pulang, mandi dan cuci-cuci!” perintahnya tegas.“Iya, om. Ya, gak papa,” kataku sambil mencubit pinggangnya.“Aku mau jadi pacar Ibu,”“Lho, aku khan sudah bersuami?”“Ya gak papa, jadi apa saja deh,”“Aku justru kasihan sama kamu.




















