Tanpa suara lagi, kami saling merangkul dan saling mencium tanpa peduli cerita dalam film itu. Entah, mungkin sengaja karena ia menunggu kedatanganku. Bokep Kami segera bangkit dan pergi buang air kecil. Kami segera bangkit dan pergi buang air kecil. Ternyata sikapnya itu menunjukkan kalau ia mencapai puncaknya. Aku dengan setia menunggu Kak dan aku sangat mencintai kak, semoga kita sejodoh kak” kata Nidar seolah puas dan tak ada beban dan rasa takut sama sekali, sehingga ia panjang lebar berbisik dikamar itu.“Terima kasih juga sayang, aku sangat beruntung malam ini dapat kenikmatan yang luar biasa. Temanku nggak mau ke sini, capek katanya” sambil kusetel volume TV-nya.Setelah mereka selesai makan, Nidar lalu mencuci piring dan kedua orangtuanya duduk di sampingku sambil ngobrol, termasuk ia tanyakan soal rencana KKN-ku, bahkan soal-soal rencana tempat tinggalku sekembalinya kami




















