Kepalanya sampai dimajukannya untuk bisa melihat lebih jelas. Sanbil terus dipijat pada bagian kaki belakangku, aku ajak ngobrol Rona, agar dia terus menujukan matanya padaku.“kamu sekarang kelas berapa rona?” tanyaku padanya. Bokep Lalu kutanya ke MakNah siapa yg mencariku, dia memberi isyarat dengan matanya, pandanganku menoleh mengikuti isyaratnya. Kulirik sebentar ekspresi Rona, matanya begitu tajam menerawangi tubuhku tanpa berkedip. Aku tengkurap di atas matras, sambil menikmati pijatan MakNah. Lalu kutanya ke MakNah siapa yg mencariku, dia memberi isyarat dengan matanya, pandanganku menoleh mengikuti isyaratnya. MakNah sempat berkedip padaku demi melihat ekspresi Rona yang seperti itu, sepertinya MakNah berpikiran sama denganku, kalo Rona ini begitu lugu dan masih sangat hijau. Bahkan bisa kurasakan kalau nafasnya tercekat untuk beberapa saat.Aku jadi tertegun sendiri dengan ekspresi yg ditunjukan Rona saat melihatku terlentang, duduknyapun bahkan seperti tidak




















