Hari pertama tak ada yang terjadi alias biasa-biasa saja, namun masuk hari kedua, saya mulai mencium ada yang tak beres antara suamiku dengan mbak Sally.Dari tatapan mereka tampaknya ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Bokep Saya pikir gila juga mas Edy, masa selagi ada tamu ia nonton BF dengan volume yang cukup keras.Dengan sedikit kesal saya berniat untuk menegurnya, namun ketika tanganku baru membuka tirai pintu ruang keluarga, jantungku berdetak kaget. Ada semacam rasa benci dalam hati, namun aku berusaha untuk mengendalikannya.“Mari mbak, mas, silahkan dimakan rotinya, ntar keburu dingin loh” aku mempersilahkan tamuku untuk mulai sarapan.Aku memberikan roti yang telah berisi selai kepada suamiku.“Thanks sayang”.“Wah, beruntung Edy memiliki istri seperti Ana. Ntar siapa yang kuat nyetir?” mas Tomy menjawab.“Gak apa-apa kok, mas Edy udah biasa”!




















