Tapi sekonyong-konyong mataku berkunang-kunang. Lalu apakah ia juga sekaligus adikku alias anak ayah tiriku? Bokep Lega hatiku melihat siapa yang melakukannya.“Papa!”“Rio! Namun orang itu lebih kuat, ia melepaskan rok yang kukenakan. Enak kan?”Aku mengangguk. Tiba-tiba ia menindih tubuhku yang masih tengkurap, sementara tangannya meremas-remas belahan pantatku. Hasil diagnosa dokter ini bagaikan gada raksasa yang menghantam wajahku. Darah kelaki-lakiannya dengan cepat semakin tergugah untuk menggagahiku. Temanku dengan gemas mencium bibirku yang merekah mengundang. Mereka berdua beberapa kali mulai bersikap kurang ajar terhadapku, terutama Rio. Masa belum apa-apa udah mau pulang. Ia membaringkan tubuhku yang tampak menggeliat-geliat di atas ranjang. Tapi sekonyong-konyong mataku berkunang-kunang. Keparat.“Rio! Cepat kamu bebaskan Merry!”Ah, akhirnya neraka jahanam ini berakhir juga, pikirku. Kemaluannya menyemprotkan cairan-cairan putih kental di dalam kewanitaanku. Jangaannn..!” Lamunanku buyar ketika terasa sakit di selangkanganku.




















