“Ahhh bodoh amat yang penting keluar.”Kukocok penisku lebih cepat. Bedanya, mereka bukan lagi mengagumi ketampananku, melainkan sedang menertawakanku.“Aduh, telingaku sakit, Nit.” protesku sambil berusaha melepaskan tangannya yang masih saja menjewerku.“Biarin, biar sekalian telinganya copot!” sahut Nita tanpa mempedulikan rintihan dan ringisanku.Emmmm…. Bokep Habis mandi ya, aku buatin kopinya..! Aku sangat takut untuk keluar, kepalaku pusing dan aku sangat bingung memikirkan alasan apa yang akan kuberikan kepada Nita.“Oke Bram keep calm. Kalau aku ada apa-apa atau butuh sesuatu kan aku pasti ngabarin kamu.”“Hmmmmm….!! “Nah kebetulan aku punya 2 tiket. Sakit Nit.” keluhku sambil meringis kesakitan dan mengusapi kepalaku karena kepalaku di pukul menggunakan remote AC.“Dasar cowok mesum” ujarnya ketus.“Sakit banget Nit, astaga….” keluhku yang masih merasa kesakitan. Dia adalah temannya Anita.“Boleh deh, mumpung hari ini kita gak ada kelas.” jawab Nita, lalu ia menatapku,




















