Tatapan itu ….“Makasih ….,” hanya itu yang terlontar dari mulutku. Mungkin cupnya tidak bisa menahan volume payudara sebesar itu. Bokep Wooa, sensasinya benar-benar luar biasa. Ya, kearahku. Sumber Alam. Tapi aku mendengar dia menghela napas. Dia melenguh. Mei, calon istriku, kemudian menyusul ke Jakarta dan bekerja di sebuah bank di Bintaro. Dia mendesis. Si bukit kembar yang kenyal. Ada sesuatu yang mencengkeram. Sepanjang jalan ku membuang muka, menatap pemandangan di luar jendela bus.Pesta bujanganku kurasa.Pukul 6.30. Hari itu hari terakhirku menjadi bujangan. Airnya menetes membentuk alur di kaca jendelaku. Pelan sekali, sikuku bergerak. Tapi itu dulu.Hampa kadang terasa. bolaku. Mungkin warnanya hitam. Kurasakan nikmatku semakin memuncak. Aku memejamkan mata lagi.“Buka matamu, awasin ….”Aku tidak mengerti. Sangat gemetar. Di dalam mulut seorang ibu. Tangannya menarik tanganku dan mengarahkannya ke tempat yang aku inginkan.




















