Sibuk memburu keperawanan bidadari-bidadari lugu. Bokep Betapa aku sangat menyayangi gadis ini. Berteriak-teriak protes di sisi kupingku, karena menurutnya, seandainya saja saat itu tidak ada rencana yang sudah terbentuk, ia pasti sudah melayangkan bogem mentahnya ke rahangku. “Tentu, seandainya Enni sudah menikah dengan orang lain dan aku masih belum bisa menemukan pelabuhanku.”
Chie meruncingkan bibirnya, dan menjatuhkan kepalanya kembali di dadaku. Wajahnya terlihat berseri-seri, membuatku sedikit mendongkol karena masuk dalam jebakannya. “Chie…” desahku, mengusap ubun-ubun kepalanya. Mungkin aku takkan sesedih Chie, mungkin juga. Aku bangga, karena suaminya adalah seorang bule yang benar-benar bule, yang “open minded”. “Kamu sama saja dengan mereka, Ray. Oh dia ada di sini, ke sini saja. Jay menolehkan kepalanya ke arah mobil. Oh dia ada di sini, ke sini saja.



















