ahh.. Bokep pikirku saat itu. “Ahh.. It’s okay,” emosiku sedikit mereda. Kukecup bibirnya dengan lembut, sebelum membuka ikat pinggangku dan menurunkan celanaku berikut celana dalam yang menutupi auratku.Nia memandang mataku dengan wajah memelas memohon pengertian, namun pengertian apakah yang bisa kuberikan kepadanya saat itu? ah.. Aku baru saja (sekitar sebulan) berpisah dengan salah seorang gadis yang sangat kusayangi. “Ahh.. “Bentar saja..” sahutku, dan langsung mengambil kunci mobil dan tanpa menunggu seruan mamaku, aku membawa mobil papa keluar rumah.Di jalan kutenggak teh pahit yang selalu kubawa di saku jaketku. “Untunglah..” kataku tanpa memperdulikan bibirnya yang terlipat. mungkinkah Nia merasa iri atas keberhasilan Enni mendapatkanku? hidupin.. “Ahh.. Anehnya, pengaruh obat itu mulai terasa agak ringan sekarang.Kuantar ia pulang ke rumahnya. Kuremas lubang kemaluanya sambil tertawa. “Nggak mau masuk, nih..” kataku dengan alis berkerut. Nia mendadak




















