Astaga. Aku jelas mendengarnya dari sini.Kembali ruangan sepi. Video bokep Mbak Wien sudah turun. Pintu salon kubuka.“Selamat siang Mas,” kata seorang penjaga salon, “Potong, creambath, facial atau massage (pijit)..?”“Massage, boleh.” ujarku sekenanya.Aku dibimbing ke sebuah ruangan. Ia tidak bercerita apa-apa. Aku hanya ditinggali handuk kecil hangat. Paling tidak aku dapat melihat leher yang basah keringat karena kepayahan memijat. Angin menerobos dari jendela. Tapi ia dingin sekali. Astaga. Tidak pasang wajah perangnya.“Kayak kemarinlah..,” ujarnya sambil mengangkat tabloid menutupi wajahnya.Begitu kebetulankah ini? Tidak apalah hari ini tidak ketemu. Sudah tiga tahun, benda ini tak kurasakan Sayang. Dari iramanya bukan sedang berjalan. Ada dipan kecil panjangnya dua meter, lebarnya hanya muat tubuhku dan lebih sedikit. Sial. Saya bisa masuk angin.” kata seorang wanita setengah baya di depanku pelan.Aku tersentak.




















