Kami terdiam beberap saat, dengan nafas yang tersenggal-senggal seperti pelari marathon.“Kamu hebat sekali Ndree..!” puji Devita si cewek nakal.“Kamu juga Dev..!” pujiku juga setelah agak lama kami berpelukan.Kemudian kami cepat- cepat memakai pakain kami kembali karena takut adik tunangannya Devita keburu datang. Bokep pengen bercinta Ndree..?” pinta Devita.“Hah..!” kaget juga aku mendengarnya, bagai petir di siang hari, bayangkan saja, baru juga satu jam yang lalu kami berkenalan, tetapi dia sudah mengucapkan hal seperti itu kepadaku.“Ka.., Kamu..?” ujarku terbata-bata. Kemudian dia menghampiriku, menciumi bibirku. Aku menggenjot tubuhku, diikuti goyangan pantat Devita.“Aakkhh Dev.., punya Kamu enak sekali.” kataku memuji,Devita hanya tersenyum saja. Akhirnya kami mengobrol tidak menentu, sampai dia menceritakan kalau dia lagi kesal sekali sama Edi tunangannya itu, pasalnya dia itu sama sekali tidak tahu kalau Edi pergi keluar kota.




















