“Mirna… kamu… ini maksudnya…?”
Melihat Bram bengong saja, Mirna mengingat-ingat lagi apa kata Sitha mengenai bagaimana dia harus bersikap. Seumur hidup belum pernah dia seagresif itu, jadi dia deg-degan sendiri waktu akhirnya berani bicara keras di muka Bram. Bokep Bram lebih besar dari Mirna, tapi saat itu seperti tidak punya kekuatan untuk melawan Mirna. Tangannya dingin. Gitu. Dia menenangkan diri, mengulang lagi semua yang mau dia lakukan (atas saran Sitha), dan bersiap-siap. Apa dia malah gak suka aku jadi seperti ini? “Ahh… Maass…” Mirna merengek. “Mmmhhh…. Sitha lalu menaruh rokoknya di asbak, tersenyum, berdiri, lalu mendekati Mirna. Gimana. “Kalau kamu mau, aku siap bantu. Dipepetnya Bram ke tembok, sambil masih memegang pangkal dasi Bram seperti siap mau mencekik. Lanjut…
“…mending kukasih aja.”
Didorongnya Bram ke sofa ruang depan sampai Bram terduduk.




















