“Sudahlah Pak, semua sudah terjadi, Bapak cuma khilaf, ini bukan sepenuhnya salah Bapak kok, saya sudah pasrah sama nasib saya” Ivana menjawabnya dengan suara lemas. Dia tidak pernah menyangka penjaga kampus ini sampai setega itu padanya. Bokep Pak Mamad hanya terkekeh-kekeh mengiyakan semua itu. Tanpa terasa Ivana malah membuka lebih lebar pahanya sehingga jilatan Pak Kahar semakin terasa. “Eengghh…sudah Pak…jangan…diterusin” Ivana mendesah antara menolak dan tidak. Dia harus mengakui bahwa dirinya terangsang berat sekalipun nuraninya menolak, memang suatu dilema yang membuatnya bingung sehingga perasaan itu cuma bisa dicurahkannya lewat air mata.Daerah bibir kemaluannya semakin basah seiring dengan gesekan jari-jari Imron yang semakin intens. “Tenang Non, ini diluar perkiraan kita, dia baru tau skandal Non aja, sekarang Non nurut aja ke saya, kalo Non macem-macem bisa-bisa skandal bapak Non bocor juga !” Imron membujuk




















