Lima belas menit dia menyerang kedua toketku, hanya suara desahan yang keluar dari bibirku, saat tubuhku mengelijang hebat, ada cairan membasahi celanaku. “Blon”, jawabnya singkat, tanpa memandang wajahku yang berdiri disamping meja kerjanya. Bokep “sama, aku juga, kita berangkat bareng mau nggak?” “Siap komandan,” jawabku sambil tertawa, lumayan gunung es mulai merespons signalku. ternyata ada juga lelaki macam ini didunia.Karena tidak bisa lagi menahan kantuk akhirnya kami berdua tertidur sampai pagi, hanya tertidur tanpa melakukan sesuatu. “Sintia ke kantor ya bang, pulangnya mungkin malem, nguber dead line proyek” ujarku sambil mengenakan sepatu di ruang tengah. “Blon”, jawabnya singkat, tanpa memandang wajahku yang berdiri disamping meja kerjanya. Sintia nggak tahaann.. makin cepat..”Ooohh.. “Sorry, aku bukan mau ngintip tadi, aku bener-bener nggak sengaja”, katanya lagi. Aku langsung menarik tangannya dan menggengam jemarinya erat-erat.




















